Aladdin NASIB DERITA PRIBUMI | Kang Aladin

NASIB DERITA PRIBUMI

Menderita Di  Negeri Sendiri

Betapa miris mendengar ketika banyaknya pengangguran yang sangat banyak dan betapa miris ketika pribumi menjadi pembantu di rumahnya sendiri?
zaman yang kian hari kian hari kian banyak persaingan di Indonesia apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean menjadikan Indonesia tujuan yang dicari pekerja dari Negara-negara tetangga.

Semua mengira bahwa nasib pribumi bahagia dengan bekerja di Orang-orang non pribumi yang telah menguasai perdangan? jelas tidak karena mereka dibayar dengan sangat sedikit.


Kita lihat saja contoh terkecilnya saja di daerah Tasikmalaya, Jalan Cihideung disana berjajaran Toko-toko yang di pimpin oleh orang-orang cina, meskipun mereka berkebangsaan Indonesia tetap saja jiwa seorang Cina ada dalam diri mereka. Bukan maksud untuk mendiskriminasi warga berketurunan cina namun ini adalah fakta yang sesungguhnya terjadi.

Ketika kita melihat ke daerah Papua lihatlah  Freeport tidak banyak warga pribumi yang bekerja disana kebanyakan adalah orang-orang Amerika. Lantas kemanakah pribumi? Pribumi hanya bisa melihat tanah mereka diambil dan dijadikannya ajang untuk mendapatkan kekayaan. Sungguh miris menderita di Negeri Sendiri.

Apa yang harus dilakukan Pribumi?

Yang harus dilakukan pribumi adalah merubah pola pikir menjadi lebih kreatif, dan harus pula didukung oleh pemerintah lewat titik dasar melalui pendidikan berkarakter dan kreatif menjadikan Siswa menjadi wirausaha yang hebat, menjadi Pejabat yang hebat, menjadi Pesaing di dunia kerja yang kuat. Bagaimana pendidikan itu dijalankan? Bukan hanya soal penggantian kurikulum nya saja tetapi  harus tahu akan kesenangan seorang siswa, jika ia gemar berdagang maka kurikulum itu harus menjamin kepandaian dia saat berdagang. Bukan hanya dilihat dari nilai akademik nya saja tapi harus dilihat dari segi kreatifnya.

Ketika di Sekolah harus ada yang namanya Pendidikan aplikatif contohnya ajarkan oleh gurunya cara menanam lalu di praktikan bukan hanya dikelas namun di Sawah, mengapa harus demikian? karena dengan begitu mereka akan tahu artinya kegagalan panen dan mereka bisa mencari akal lagi supaya panennya berhasil. Karena kunci Pendidikan sukses adalah "Learning by doing" 

Ketika Pendidikan seperti itu dilaksanakan maka dijamin mereka tamat dari sekolah bukan memikirkan untuk menjadi pekerja namun mereka akan berpikiran menjadi Pengusaha.
Inilah ajaran-ajaran yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan dinilai seberapa hebat kurikulum yang dikeluarkan menteri pendidikan tetapi harus seberapa besar murid mampu menangkap hal yang diajarkan oleh gurunya.

Ketika sudah tamat dari sekolah alangkah baiknya pemerintah sediakan dana-dana untuk mereka agar bisa mendirikan usaha mereka masing-masing, dijamin pendapatan negara akan semakin besar jika sejak didalam pendidikan mementingkan siswa yang berbasis ekonomi kreatif.

Hanya Purwakarta saja yang sekarang menjadikan siswa mereka berbasis ekonomi kreatif, dengan pendidikan karakter yang langsung aplikatif, bukan hanya ucapan saja. Lihatlah pada hari-hari khusus disana siswa-siswi membantu orang tua dalam bekerja, jika ayahnya seorang penggembala domba maka sang anak akan membantu ayahnya menjadi penggembala.

Nah Pendidikan yang seperti itu yang dibutuhkan dalam membenahi nasib pribumi. 

Baca artikel sebelumnya


kangaladin

Kang Aladin adalah personal blog, yang dibuat untuk membuat artikel menarik. Berisi tentang info seputar Pendidikan, Sosial, Politik, Olahraga, Pengobatan, Herbal, Budaya, Agama, Wisata dan Teknologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar