Aladdin PEDANG ALLAH YANG TERHUNUS | Kang Aladin

PEDANG ALLAH YANG TERHUNUS

Saifullah Al Maslul


Baiklah sekarang Kang Aladin akan membahas tentang sahabat Nabi yang brnama Khalid Bin Walid. Mengapa Kang Aladin membuat artikel ini? karena Kang Aladin salut terhadap kecerdikan beliau dalam strategi peperangan pada zaman Rasulullah SAW. Bukan Berarti Kang Aladin mengajak anda buat berperang, namun disisi lain banyak sekali hikmah yang akan tersampaikan dalam cerita kehidupan Khalid Bin Walid. Kang Aladin tegaskan sekali lagi bahwa tidak ada maksud untuk mengajak untuk berperang namun hanya ingin mensharing hikmah yang terkandung dalam kehidupan Khalid Bin Walid.

Siapakah Khalid Bin Walid? beliau adalah Sahabat Nabi Muhammad SAW.Selain dikenal sabagai sahabat Nabi beliau juga dikenal sebagai panglima militer,juru taktik yang sangat hebat hingga beliau tidak pernah terkalahkan ketika menjadi pemimpin pasukan.

Berasal dari manakah Khalid Bin Walid? Beliau sewaktu dulu adalah seorang musuh Nabi Muhammad SAW. Khalid Bin Walid mampu mengalahkan orang muslim pada saat perang uhud.Atas kekaguman beliau terhadap ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW.akhirnya menjadi Mualaf dan masuk Islam, bergabung bersama Muhammad setelah terjadinya Perjanjian Hudaibiyyah serta berpartisipasi dalam berbagai ekspedisi untuk Muhammad, seperti Pertempuran Mu'tah. Ini merupakan pertempuran pertama antara orang Romawi dan Muslim. Khalid bin Walid melaporkan bahwa pertempuran tersebut amatlah sengit sampai-sampai dia menggunakan sembilan pedang, yang kesemuanya patah dalam pertempuran tersebut. Pada pertempuran Mu'tah, Khalid ditunjuk untuk menjadi panglima perang pengganti setelah ketiga panglima perang dalam Pertempuran Mu'tah yaitu Zaid bin Haritsah, lalu Jafar ibn Abi Talib, lalu Abdullah ibn Rawahah tewas terbunuh secara berurutan dalam pertempuran yang sengit itu.

Pada saat yang genting itu, tampillah Khalid bin Walid, si Pedang Allah, yang dengan pemikiran strategi perang yang jitu, mengerahkan pasukan dengan baik, Setiap kelompok diberinya tugas sasaran masing-masing, lalu dipergunakanlah seni Yudhanya yang membawa mukjizat, dengan kecerdikan akalnya yang luar biasa, sehingga akhirnya ia berhasil membuka jalur luas diantara pasukan Romawi. Dari jalur itulah seluruh pasukan Muslim menerobos dengan selamat. Karena prestasinya dalam perang inilah Rasulullah menganugrahkan gelar kepada Khalid bin Walid, “Si Pedang Allah yang senantiasa terhunus”

Sepeninggal Rasulullah SAW. beliau memiliki peranan yang sangat penting dalam kemenangan peperangan Islam pada waktu itu.Dalam memimpin pasukan Madina untuk Abu Bakar dalam Perang Riddah, selain itu beliau juga berjasa dalam menaklukan pusat Arabia dan juga menundukkan suku-suku Arab. Dia merebut Negara Satelit Arab Sasanid yaitu Al-Hirah, serta mengalahkan Pasukan Sassaniyah dalam penaklukan Irak (Mesopotamia). Dia nantinya digeser ke front Barat untuk menaklukkan Suriah (provinsi Romawi) dan Negara Boneka Bizantium Arab yaitu Ghassanid.

Namun ketika dalam kesuksesannya dalam memimpin peperangan beliau diturunkan jabatannya oleh Umar Bin Khatab, pada saat itu Khalid kebingungan dalam alasan pemecatannya.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.

Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, 
“Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?”

“Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!” Jawab Khalifah.

“Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?”

“Kamu tidak punya kesalahan.”

“Kalu tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?”

“Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik.”

“Lalu kenapa saya dipecat?” tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya 

dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, “Khalid, Anda itu jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah Anda pimpin, dan tak pernah satu kalipun Anda kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjung Anda. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan Anda. Tapi, ingat Khalid, Anda juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Allah sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong. Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini Anda saya pecat. Supaya Anda tahu, jangankan di hadapan Allah, di depan Umar saja Anda tak bisa berbuat apa-apa!”

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang Ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar. Sambil menangis belaiu berbisik, “Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!”

Subhanallah bagaimana seorang Panglima tentara dengan kehebatannya ketika beliau dipecat beliau tidak marah.Dengan Tawadhunya beliau kita bisa mengambil hikmah bahwa jabatan tidak selamanya dipegang, jabatan bukan alasan untuk kita tidak berjuang dijalan Allah SWT.
Marilah kita sama-sama berlomba dalam kebaikan,ketika waktu dulu Khalid Berperang meyingkirkan kaum-kaum kafir, maka sekarang kita mari singkirkan kebiasaan-kebiasaan yang jelek dari hati kita. Dengan begitu kita juga bisa menjadi Saifullah Al Maslul.


kangaladin

Kang Aladin adalah personal blog, yang dibuat untuk membuat artikel menarik. Berisi tentang info seputar Pendidikan, Sosial, Politik, Olahraga, Pengobatan, Herbal, Budaya, Agama, Wisata dan Teknologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar