Aladdin NEGERI DONGENG? | Kang Aladin

NEGERI DONGENG?

Tumpul Keatas Tajam Kebawah


Sungguh Kang Aladin bingung dengan keadaan Negara yang seperti ini kesenjangan sosial masih jauh dari harapan, kesejahteraan makin terpojokan, ke ikhlasan pemerintahan dalam menata negara ini sungguh kalah oleh kepentingan. Kepentingan yang berdasar pada kepentingan politik sementara, politik yang menyengsarakan banyak masyarakat karena mereka kebanyakan bukan mensejahterakan rakyat tapi mereka hanya ingin membesar-besarkan Partai Politiknya saja.

Dengan artikel ini bukan maksud hati dari Kang Aladin ingin menghina negara yang berbentuk Kesatuan ini, Kang Aladin ini hany ingin memberikan tanggapan terhadap kebijakan-kebijakan yang menurut Kang Aladin tidak masuk akal. Kang Aladin sebutkan sekali lagi bukan maksud ingin menjatuhkan tapi inilah bentuk kasih sayang Kepada para pemimpin negeri ini supaya mereka menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

Kang Aladin juga bepedoman pada Kebebasan mengeluarkan pendapat yang ada dalam pasal 28 UUD. Maka dari itu Kang Aladin niatkan semata mata hanya ingin mengoreksi dan memberi solusi terhadap ketidak jelasan sistem dalam negara ini.

Janji-janji politik yang dideklarasikan ketika masa kampanye kini menjadi janji yang dieluh-eluhkan Masyarakat. Ketika banyak sekali orang-orang miskin yang meminta-minta apakah itu yang disebut dengan kesejahteraan? ketika seorang yang sudah tua hanya mengambil sebatang pohon lalu dengan mudahnya hakim itu mengetukan palu diatas meja dengan menyebutkan hukuman yang seberat-beratnya,apakah itu yang disebut dengan Keadilan? tentu saja tidak, sangat miris sekali terhadap negeri ini.

Ketika para koruptor menghabiskan uang Rakyat dimanakah hakim yang Agung mampu mengetuk palu dengan mudahnya, dimana letak ketegasan seorang pemimpin yang adil? jangan kau tutupi para koruptor itu dengan berita yang mengalihkan pandangan rakyat kepada berita lain. 

Bagaimana Negeri ini akan maju bila masih ada rasa ketidak adilan dalam hidup,negeri ini hanya negeri dongeng belaka yang berbicara tentang impian yang tak akan pernah menjadi kenyataan.

Lihatlah kedudukan si kaya dan si miskin terlampau sangat jauh, seperti tanah dan langit. Kau penjara si miskin hanya karena dia tidak mampu, kau lepaskan para koruptor besar-besar sampai bisa belibur di Singapura,Bangkok,dan Maroko?lantas hukum seperti inikah yang ada pada Negeri yang katanya kaya raya, yang karena sebatang bambu saja memenjarakan seorang perempuan tua.

Contoh Kasus Ketidak adilan :

1.Nenek Asyani

Kasus yang hanya mengambil 7 kayu pohon jati ukura 15 cm,dia diancam penjara selama 5 tahun penjara, apakah itu adil? dengan ke tidak tahuan seorang yang sudah tua itu, mereka bukannya memberi tahu bahwa itu salah dan memberi penjelasan secara halus, mereka malah melaporkan Nenek Asyani, sungguh Kang Aladin prihatin dengan keadanaan seperti ini.

2.Bursin

Tidak terbayangkan bagaimana sedihnya Bursin yang sudah tua ini dengan vonis penjara  2 tahun dan di denda dengan uang sebear 2 milyar hanya karena 1 pohon mangrove saja. Ada baiknya ketika kejadian seperti ini bukan malah dilaporkan tapi harus ada peringatan terlebih dahulu.

3.Kasus pembakaran hutan

Kasus yang menyangkut paut dengan kehidupan hewan dan tumbuhan, yang sengaja membakar lahan hutan bisa terbebas begitu saja.

4.Korupsi besar-besaran E-Ktp

Yang paling saya sayangkan kasus E-KTP seolah-olah tidak tahu, seolah-olah tidak ada apa-apa, kasus yang menyeret pejabat-pejabat besar ini sekarang seolah-olah bak ditelan lautan. Anehnya sekali mereka bisa bebas berkeliaran dengan fasilitas yang sangat mewah.

Kesimpulannya bahwa negara ini hanya negara dongeng bila kesenjangan sosial masih jauh dari harapan.Negara dongeng jika para pemimpinnya masih berandai-andai.

kang aladin

Kang Aladin adalah personal blog, yang dibuat untuk membuat artikel menarik. Berisi tentang info seputar Pendidikan, Sosial, Politik, Olahraga, Pengobatan, Herbal, Budaya, Agama, Wisata dan Teknologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar